Ragam  

TPHP Parigi Moutong Sosialisasikan Budidaya Padi Melalui Metode Hazton

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong Sosialisasikan Budidaya Padi Melalui Metode Hazton (Foto : Diskominfo)

FOKUS SULAWESI – Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah mensosialisasikan budidaya padi melalui metode Hazton, Rabu (7/04).

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Badrun Nggai, SE yang membuka pelaksanaan sosialisasi mengatakan, Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu daerah yang berada di garis khatulistiwa. Sehingga, dijuluki daerah lumbung beras terbesar di Sulawesi Tengah, karena tanahnya yang subur dan menghasilkan berton-ton beras.

“Daerah kita termasuk daerah yang dilintasi garis khatulistiwa, dan termasuk wilayah agraris. Sehingga, tanahnya subur dan makmur,”kata dia.

Menurut dia, sebagian besar masyarakat di Parigi Moutong, makanan pokoknya adalah beras, serta untuk memenuhi kebutuhan kalori.

Kebutuhan konsumsi beras kata dia, akan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk, berdasarkan realisasi produksi. Namun, akhir-akhir ini kian menurun, sedangkan biaya produksi satuan lahan semakin meningkat.

Untuk mengatasi Permasalahan itu tambahnya, pemerintah mencanangkan peningkatan produksi padi nasional sebesar 1,5 persen pertahun.

“Olehnya, saya berharap untuk dapat bekerja sama dalam meningkatkan produksi Padi di Kabupaten Parigi Moutong dengan menggunakan metode Hazton,”tuturnya.

Metode Hazton merupakan budidaya padi, yang menggunakan bibit tua berumur 25 hingga 35 hari.

SUMBER : DINAS KOMINFO PARIGI MOUTONG

Bagikan Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *