Ragam  

Lagi, Pedagang di Pasar Lama Akan Direlokasi ke PSP

FOKUS SULAWESI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah akan kembali melakukan relokasi pedagang di Pasar lama ke Pasar Sentral Parigi (PSP).

“Rencana relokasi pedagang di Pasar lama (Pasar Inpres Tagunu) telah dilakukan sejak kepala OPD sebelumnya. Pihaknya saat ini, sedang menunggu data dari pihak Kecamatan Parigi, yang merupakan mitra pihaknya dalam pelaksanaan relokasi ini,” ungkap Kepala Disperindag Parigi Moutong, Moh. Yasir yang ditemui diruang kerjanya, Senin (14/06).

Dia mengatakan, untuk mengoptimalkan pelaksanaan relokasi pedagang itu, pihaknya telah menyiapkan lapak-lapak pedagang. Bahkan, akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perikanan, dan Kelautan terkait tempat penjualan bagi pedagang ikan.

“Jadi kami tinggal menunggu berapa jumlah pastinya pedagang yang direlokasi,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan relokasi pedangan itu, nantinya tidak ada lagi kesepakatan dalam bentuk apapun yang dilakukan pihaknya dengan pedangang. Sebab, lokasi pasar lama bukan lagi menjadi lokasi pasar seperti sebelumnya.

Sehingga, tidak dibenarkan bagi pedagang untuk menolak, atau kembali berdagang dilokasi yang sama usai dilakukan relokasi.

“Jadi tidak ada lagi yang harus disepakati. Yang harus itu adalah pindah. Karena memang itu bukan untuk pasar,” tandasnya.

Selain itu, pedagang di PSP juga sering mengeluhkan terkait anjloknya omset pendapatan pedagang. Sebab, akses pasar lama yang lebih mudah, membuat pembeli lebih memilih berbelanja disana.

Sementara, pedagang di PSP setiap harinya harus membayar retribusi pasar, yang tidak dibebankan bagi pedagang di pasar lama.

“Omset di pasar lama tinggi, tapi mereka tidak membayar retribusi. Pedagang di PSP pembelinya kurang, tapi harus bayar retribus,” ujarnya.

Pihaknya akan segera mengkomunikasikan kembali kepada pihak kecamatan terkait data pedagang, agar relokasi pedagang akan dilaksanakan secepatnya. Opi

Bagikan Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *