Kapasitas Air Bersih Parigi Moutong Berlebihan

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRP, Vadlon (Foto : fokussulawesi.com)

FOKUS SULAWESI – Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, dianggap merupakan wilayah yang memiliki kapasitas air bersih berlebihan oleh pemerintah pusat. Sehingga, tidak lagi menjadi sasaran pembangunan baru, saranan air bersih.

“Selama ini, yang kami ajukan adalah wilayah yang pengelolaan program Pamsimasnya ada istilahnya desa merah. Itu yang kami ajukan pada program air bersih ke kementerian. Tetapi kami juga mau ada desa lain diluar itu. Ketika kami ajukan dalam sistem ditolak, karena dianggap Parigi Moutong over capacity untuk pembangunan baru sarana air bersih,”ungkap Vadlon, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRP Parigi Moutong, Selasa (20/04).

Namun menurut dia, Parigi Moutong tahun ini tetap diberikan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk sarana air bersih, dengan total anggaran Rp. 7 Miliar lebih yang diperuntukan dienam desa yakni, Tolole, Donggulu Selatan, Sigega Bersahati, Bainaa, Palasa Tengah dan Kotaraya Barat.

Alokasi anggaran itu lanjut dia, hanya untuk kegiatan optimalisasi, peningkatan dan perluasan, dengan nominal anggaran bervariasi.

Dia mengatakan, satu contoh di Desa Tolole telah mendapatkan sarana air bersih pada tahun 2010 silam. Ternyata terdapat kerusakan pada bagian pipa dan SPL, sehingga dilakukan rehabilitasi.

“Di Parigi Moutong yang air bersihnya mengalami kerusakan, beberapa sudah kembali berfungsi. Kalau kita harap APBD tidak bisa menganggarkan itu. Makanya saya selalu ingatkan kepada pemerintah desa untuk memberikan kami data, kalau tidak ada data kami tidak bisa mengajukan ke pemerintah pusat melalui sistem,”jelasnya.

Dia menambahkan, alokasi dana sebesar Rp. 7 Miliar lebih tahun 2021, menurun dibandingkan tahun sebelumnya karena dampak pandemi Covid-19. Bahkan, sebenarnya di Kecamatan Balinggi dialokasikan anggaran Rp. 14 Miliar lebih, namun tidak terealisasi.

“Kalau tahun sebelumnya ada sebesar Rp. 6 Miliar lebih di Desa Boloung, yang telah dalam proses pemeriksaan,”tuturnya.opi

Bagikan Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *