Rapat Panitia Equator Run, Bahas Penjemputan Hingga Keamanan Peserta

Rapat persiapan event Equator Run Open ke-III yang akan dilaksanakan Rabu, 26 Oktober 2022. (Foto : Prokopim)

Fokus Sulawesi – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menggelar rapat bersama panitia event Equator Run 10K Open ke-III, yang akan dilaksanakan di Tugu Khatulistiwa, Desa Khatulistiwa, Kecamatan Tinombo Selatan, pada 26 Oktober 2022.

“Sesuai rundown acara, pada 25 Oktober 2022 dilakukan penjemputan peserta Internasional dan Nasional di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, menuju ke Pantai Mossing. Kemudian, dilanjutkan Gala Dinner,” papar Ketua Panitia Equator Run, Hamka Lagala, saat rapat.  

Menurut dia, ada beberapa kategori dalam event Equator Run, yakni Internasional putra sebanyak 10 atlet berasal dari Negara Kenya.

Kemudian, kategori Nasional putra sebanyak 6 atlet, kategori Master Run putra/putri sebanyak 16 atlet, kategori lokal umum putra/putri sebanyak 628 atlet, dan kategori pelajar putra/putri sebanayak 1.873 atlet, dengan total keseluruhan pendaftar sementara sejumlah 2.533 peserta.

“Even ini dilaksanakan, untuk memperkenalkan Tugu Khatulistiwa sebagai salah satu objek Wisata Nasional dari pesona Teluk Tomini di Kabupaten Parigi Moutong,” kata dia.

Selain itu, Equator Run 10K diharapkan menjadi event sport tourism tahunan dalam agenda nasional, serta wahana komunikasi dan interaksi antara pehobi lari tingkat lokal, Nasional hingga Internasional.

Bahkan, sebagai wadah mencari atlet pemula yang memiliki talenta untuk diberikan pembinaan menjadi atlet berprestasi.

“Untuk jalur Equator Run 10K ini sudah mendapat sertifikat pengukuran Nasional dari pihak Pengurus Besatr Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Sekertariat umum Pusat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Parigi Moutong, H Badrun Nggai meminta panitia penyelenggara untuk terus mempublikasikan kegiatan tersebut, mulai dari tingkat provinsi hingga pusat melalui pajangan baliho dan media social.

Selain itu, kesiapan dari event ini juga harus dipaparkan rundown acara ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, karena berskala Nasional dan Internasional.

“Panitia penyelenggara harus selalu standby untuk berkomunikasi, jika peserta Internasional dan Nasional sudah berada di Kabupaten Parigi Moutong, mengingat kebutuhan serta keamanan dari peserta ini menjadi perhatian penting,” tukasnya.

Kemudian, pantia pun harus segera mengkoordinasikan tentang pemblokiran jalan Trans Sulawesi Desa Khatulistiwa, selama event tersebut berlangsung.

“Panitia penyelenggara juga harus membuat surat pemberitahuan soal pemblokiran jalan yang memakan waktu selama dua jam, dan bila perlu surat pemberitahuan ini juga diinformasikan lewat media social agar diketahui oleh masyarakat pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut,” pungkasnya.

Prokopim Setda Parigi Moutong

Bagikan Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *