Terpisah Dari Empat DPO, Ali Kalora dan Jaka Ramadan Tertembak di Dekat Perkampungan

FOKUS SULAWESI – Dua DPO teroris, Ali Kalora bersama Jaka Ramadan tewas tertembak dalam operasi Madago Raya di Desa Astina Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), pukul 18.30 WITA, Sabtu (18/9).

Dalam konferensi pers Ops Madago Raya 2021 yang digelar di Mapolres Parimo, Minggu (19/9), Kapolda Sulteng, Rudi Sufahriadi mengatakan, lokasi tertembaknya Ali Kalora dan Jaka Ramadan tidak jauh dari wilayah perkampungan.

Operasi tersebut diawali dengan kegiatan intelijen. Sehingga mereka mendapatkan informasi baik secara manual maupun ITE bahwa keberadaan DPO yang tewas, terpisah dari kelompok empat di sekitar Desa Astina, Kecamatan Torue.

Tidak menunggu lama, dua tim dikirim. Mereka sepakat untuk segera mengejar menempatkan satu tim dari Gegana Brimob Polri dan Tim Sogili dari Densus 88. Namun, secara teknik Kapolda tidak mengungkapkan bagaimana sehingga kedua DPO tersebut bisa dilumpuhkan.

“Karena waktunya mepet, sudah dibagi sektor, dan operasi ini sudah dievaluasi, bahwa apapun bentuknya, siapapun yang berhasil itu operasi kita bersama,”ujarnya.

Rudi menegaskan, operasi Madago Raya adalah operasi bersama, melibatkan Satuan Brimob Polda Sulteng, Batalion 714, Korps Brimob Polri dan Batalion 502.

Saat ini mereka sedang fokus melakukan pengejaran terhadap empat DPO Mujahidin Indonesia Timur (MIT) lainnya yakni Askar alias Jaid alias pak Guru, Nae alias Galuh alias Muhklas, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang dan Suhardin alias Ahmad Panjang.

“Saya mohon doanya, agar masyarakat bersabar. Kita akan kejar terus semoga Sulawesi Tengah terbebas dari aksi terorisme yang meresahkan masyarakat,”tandasnya. Opi

Bagikan Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *