Hukum  

Polisi Periksa Belasan Saksi Terkait Kasus Kejahatan Pandemi

FOKUS SULAWESI – Polisi telah memeriksa belasan saksi terkait kasus perusakan fasilitas RSUD Anuntaloko Parigi, dan penjemputan paksa jenazah Covid-19 melibatkan Camat Ampibabo. Dua kasus tersebut, merupakan kasus kejahatan pandemi yang tengah didalami Polres Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Setelah kami mendapatkan informasi terkait kasus itu, kami langsung menindaklanjutinya dengan pemeriksaan sejumlah saksi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Parigi Moutong, AKP. Donatus Kono saat dihubungi, Kamis 5 Agustus 2021. 

Menurut dia, rata-rata saksi yang telah diperiksa dalam penanganan kedua kasus itu, adalah para tenaga kesehatan di RSUD Anuntaloko Parigi, dan Puskesmas Ampibabo.

Kemudian, beberapa orang warga Ampibabo di Kecamatan Ampibabo juga ikut diperiksa. Mereka saksi mata, yang melihat peristiwa penjemputan paksa jenazah itu terjadi. 

“Termasuk Kapolsek Ampibabo juga sudah kami periksa sebagai saksi,” ujarnya. 

Sementara untuk para terduga pelaku kata dia, pihaknya belum bisa melakukan pemeriksaan. Sebab, hingga kini mereka masih menjalani Isolasi Mandiri (Isoman), pasca kejadian itu. 

“Selesai Isoman baru kami minta keterangan mereka, sementara masih saksi petugas kesehatan dulu,” jelasnya. 

Jika hasil dari penyelidikan, para terduga pelaku dinyatakan bersalah, mereka akan dijerat dengan undang-undang kesehatan. 

 “Jika bersalah, kami akan sangkakan dengan undang-undang kesehatan dan KUHP,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Polres Parigi Moutong telah membentuk tim penanganan kasus kejahatan Pandemi Covid-19, diantaranya perusakan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi, dan penjemputan paksa jenazah libatkan oknum pejabat di wilayah Ampibabo. 

“Tim penanganan kami bentuk, untuk menindaklanjuti perintah Kapolres Parigi Moutong, untuk penanganan dua kasus kejahatan di masa pandemi Covid-19,” ungkap Kabag Ops Polres Parigi Moutong, AKP. Junus Achpah saat dihubungi, Jumat 30 Juli 2021.

Dibentuknya tim itu kata dia, untuk mengungkap permasalah dan penyebab tindakan kejahatan dilakukan para terduga pelaku. 

Sebab, tindakan itu tidak seharusnya terjadi disaat pemerintah tengah gencar melakukan upaya penurunan kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya Kabupaten Parigi Moutong.

Tujuan penindakan dua kasus itu menurut dia, untuk memberikan pelajaran bagi siapapun yang dianggap menghalang-halangi, upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Parigi Moutong. Opi

Bagikan Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *