Hukum  

Kakek Di Parigi Moutong, Gauli Bocah 10 Tahun

FOKUS SULAWESI – Seorang warga Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, berinisial UD tega menggauli anak dibawa umur, sebanyak dua kali didua tempat berbeda. 

“Pelaku UD ini merupakan adik kandung kakek korban. Tindakannya itu dilakukan sebanyak dua kali,”ungkap Kasat Reskrim Polres Parigi Moutong, AKP. Donatus Kono, Jumat (7/05).

Dia mengatakan, tindakan pencabulan yang dilakukan pelaku pertama kali diperkirakan terjadi, sekitar bulan Desember tahun 2020 kemarin. Kemudian, tindakan kedua terjadi sekitar bulan Februari 2021.

Berdasarkan pengakuan pelaku, korban dicabulinya pertama kali di perumahan Sekolah TK Alkhaiarat Parigi, dan kedua kalinya di rumah kakek kandung korban.

Menurut dia, persetubuhan dilakukan dengan cara  memaksa korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri dengan cara mengancam korban. 

“Pelaku mengancam akan mengiris leher korban, apabila korban menceritakan perihal persetubuhan tersebut kepada orang lain,”kata dia.

Akibat perbuatan pelaku, korban mengalami infeksi berat dibagian kelamin. Bahkan, sempat tidak sadarkan diri, sehingga harus dirawat intensif selama kurang lebih dua minggu di RSUD Anuntaloko Parigi.

Atas perbuatan pelaku dikenakan pasal 76D Jo pasal 81 Ayat (1) UU nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak Jo pasal 65 Ayat (1) KUHP.

“Ancaman hukumannya paling kurang lima tahun, dan paling tinggi 15 tahun penjara,”jelasnya.

Dia menghimbau, agar masyarakat selalu mengawasi putri-putrinya, agar terhindar dari pelaku yang menyasar anak dibawa umur sebagai korban.opi

Bagikan Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *